Harapan

Hidup berjalan.
Kehidupan dijalankan.
Semua beriringan.
Dan mendadak merepotkan saat … harapan turun tangan.

Memang tak selamanya harapan merumitkan. Namun pada hakikatnya, ia menyakitkan. Harapan memang memberi jalan, namun ia juga yang menutup jalan. Harapan memang andal menerbangkan, namun ia juga yang pandai menjatuhkan.

Layaknya air, harapan mengalir. Menuntun jiwa yang terusir dalam perangkap hati yang tak terorganisir. Layaknya udara, harapan bersuara. Menjadikan asa dan nyata saling mendamba.

Tapi, jangan pura-pura lupa, harapan melayang layaknya awan. Mengarak asa menuju nyata yang berlawan. Memendam bayang pada luka yang tak sepadan. Menutup perih pada putih yang hanya rekaan.

Harapan ada … bukan untuk menjadi tumpuan.
Tapi untuk jadi alasan, saat kamu … kehilangan tumpuan.

[Mei, 2016]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: