Sunyi

Mendamba pelangi, bukan berarti mendamba hujan.
Mendamba sunyi, bukan berarti mendamba kesepian.

Sudah berapa lama kamu merasakan angin menuntun arahan? Sendirian dan penuh pertanyaan?

Bertanya tentang hidup yang sunyi?
Realita yang sepi?
Atau keheningan yang menyendiri?

Berada di sebuah titik yang membuatmu termangu.
Memandangi makna hidup yang kemudian kamu sadari bahwa kamu bukanlah kamu.

Kamu bilang, hidup terlalu sepi. Nyatanya, kamulah yang tidak ikut bernyanyi.
Kamu bilang, kenyataan tak adil. Tapi pada dasarnya, memang kamu yang tak pernah turut andil.

Yakinkan dirimu.

Apakah kamu adalah dirimu?

Penikmat sunyi yang selalu protes tentang keadaan yang sepi?

Jika kamu adalah dirimu.

Coba tanyakan lagi,

Mengapa harus meminta sunyi, saat kamu sebenarnya merindukan bunyi?

[Juni, 2016]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: