Tanpa Ada yang Tahu

Di tengah sibuknya kaki manusia melangkah, tak ada yang tahu seberapa sering harapan telah mengikuti. Tak ada yang tahu juga, ada rindu seberat bumi yang selalu memaksa untuk dibawa; serupa dengan kenangan yang tak pernah ditinggal, mengiba untuk terus diajak kemana-mana meski segenap jiwa menolak keberadaannya.
Tak kasat mata memang, namun di balik senyuman yang terukir, ada ribuan sayatan luka yang sedang berkamuflase. Berpura-pura menjadi lengkungan yang indah, meski sebenarnya segala sudut hati sedang gundah.

Di dalam gelak tawa yang menggema hingga ke angkasa, tak ada yang tahu sudah berapa dalam air mata yang terbenam di palung luka bernama hati. Tak ada yang tahu, seberapa tebal dinding yang telah dihancurkan karena keinginan yang dijatuhkan, dirobohkan, kemudian dimusnahkan. Tak pernah ada yang perhatikan, seberapa jauh kaki terus berlari agar dapat melipat jarak dengan mimpi.

Di antara mereka yang bersenda gurau, sesamanya tak saling tahu ada kesedihan yang dilenyapkan terlebih dahulu, dipaksa menjadi keceriaan untuk sementara waktu. Demi bisa saling menjaga rangkaian tawa, meski sebenarnya ada untaian goresan di dalam jiwa.

Karena yang terlihat, tak selamanya benar-benar terlihat. Mereka yang paling bangkit, bisa jadi adalah mereka yang tak mau masa lalunya diungkit. Mereka yang senyumnya paling manis, boleh jadi adalah mereka yang air matanya telah habis.

Jika tiap hati menyimpan tanda tanya, maka dengan sendirinya jiwa akan merasa; tak ada tanda tanya tanpa rahasia.

[Maret, 2017]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: