Search

liannurma

Breath and survive

Pernahkah?

Pernahkah kamu merasa telah terbang?

Namun nyatanya, langit menolakmu.

Pernahkah kamu merasa siap menjauh?

Namun nyatanya, bergerak satu langkah saja kamu terjatuh.

 

Memikirkan hidup dan merasa telah siap menjelajahi semesta? Walaupun sebenarnya, hanya berputar-putar dalam rotasi yang sama.

Hingga di suatu rotasi, kamu tersadar bahwa kamu tak kemana-mana.

Continue reading “Pernahkah?”

Semesta

Entah hal apa yang merasuki jiwaku. Setaktahudirinya aku sampai berani mengagumimu. Aku tahu bahwa ada banyak makhluk yang kini telah menjadikanmu langit mereka. Namun bagiku, kamu bukanlah langit yang harus dijunjung tinggi, kamu semesta. Semesta yang berisi imaji tentang keindahan dirimu sendiri. Semesta yang kupadati oleh sejuta harapan, juga sejuta ketahudirian.

Continue reading “Semesta”

Jalan

Meski hanya setapak,
setidaknya kau masih bisa berpijak.
Meski berliku,
setidaknya kau tahu daratan selalu tersedia untukmu.

Continue reading “Jalan”

Jangan. Lupa. Pulang

Seberapa jauh kamu berkelana, jangan lupa pulang. Kamu selalu punya rumah; tempat kamu menaruh lelah.
Continue reading “Jangan. Lupa. Pulang”

Sunyi

Mendamba pelangi, bukan berarti mendamba hujan.
Mendamba sunyi, bukan berarti mendamba kesepian.

Sudah berapa lama kamu merasakan angin menuntun arahan? Sendirian dan penuh pertanyaan?

Continue reading “Sunyi”

Gelap

Ada kalanya memang harus tinggal sendiri dalam kegelapan. Meninggalkan bayangan, meninggalkan kenangan.

Continue reading “Gelap”

Harapan

Hidup berjalan.
Kehidupan dijalankan.
Semua beriringan.
Dan mendadak merepotkan saat … harapan turun tangan.

Memang tak selamanya harapan merumitkan. Namun pada hakikatnya, ia menyakitkan. Harapan memang memberi jalan, namun ia juga yang menutup jalan. Harapan memang andal menerbangkan, namun ia juga yang pandai menjatuhkan.

Continue reading “Harapan”

Senja Pagi

Sejingga apapun senjaku, kau akan tetap membiru.

Aku tahu, selalu begitu, langitku.

Di mataku, wujudmu bukan hanya sekedar warna.

Continue reading “Senja Pagi”

Asa

Kulihat kamu tengah berperang dengan gelombang.

Tak pernah kukira kamu bahkan berani menyerang sebuah karang.

Kukirimkan lagi asaku agar kamu selalu menang.

Bukan untuk mencari senang, namun upayamu tak pernah membuatku tenang.

Continue reading “Asa”

Blog at WordPress.com.

Up ↑